Sabtu , Juli 21 2018
Home / Internasional / Israel Terdesak Hamas Dan PIJ? Inilah Gambaran Sebenarnya.

Israel Terdesak Hamas Dan PIJ? Inilah Gambaran Sebenarnya.

Spread the love

Nyimakdulu|Palestina, Kali ini kita akan membahas Hamas dan Palestina dari sudut pandang yang lurus dan berbeda dari pemikiran umum di indonesia.

Kali ini kita akan membahas persoalan yang terjadi di Palestina bersama narasumber @Daemon

  • Siapakah Hamas dan Apa Maunya?

Introduction:

Akibat memanasnya Jalur Gaza Belakangan ini, jadi banyak yang mention tanya soal urusan yang terjadi di Gaza Palestina. Sebenarnya Susah menjelaskannya jika kita melihat siapa pelakunya. Tapi dari kesempatan yang sedikit ini mari kita bahas secara jujur, apa sebenarnya yang terjadi disana.

Di Gaza saat ini, ada sedikitnya dua  ormas yang berperan aktif yaitu;

a. Hamas (Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah)

Hamas yang saat ini memegang kendali pemerintahan sejak Israel menarik diri dari Gaza. Hamas terbentuk sebagai cabang milisi Ikhwanul Muslimin (IM), dan ideologi mereka bisa dilacak melalui IM.

 

b. PIJ (Palestinian Islamic Jihad).

Palestinian Islamic Jihad berkiprah ke Iran, mereka mengagumi revolusi Islam yang terjadi di Iran, walaupun mereka berasal dari Islam Sunni, tetapi mereka mengembangkan sikap penerimaan terhadap Syiah. Bahkan, mereka mendapat dukungan penuh dari Iran sampai saat ini.

Hamas juga diketahui mendapat bantuan dari negri Iran, walaupun jika dilihat dari ideologinya, IM itu anti Syiah. Akan tetapi Itu semua karena  Iran mendekatkan diri terlebih dahulu  ke Hamas. Dan lagi pula, dukungan negara-negara Arab makin menipis, dan hingga kini Iran lah yang masih bersekukuh anti terhadap Israel, begitupun dengan Hamas.

Dengan adanya Hamas dan Palestinian  Islamic Jihad di Gaza, serta kekuatan  Hezbollah di Lebanon, terbentuklah jaringan proxy Iran yang begitu kuat. Belum lagi kelompok-kelompok Syiah yang pro Iran di negri Iraq, Houtis di Yemen, dan pemerintah Alawite Syiah di Suriah.

Perlu kita ketahui bahwasannya Iran adalah kekuatan yang begitu nyata di Timur tengah hingga sekarang.

Posisi Iran di Suriah saat ini mulai  terdesak. Israel beberapa saat lalu mulai menyerang posisi-posisi Iran di Suriah Selatan. Dan diplomasi Israel dengan Russia, hal ini membuat Russia setuju bahwa Iran harus segera keluar dari Suriah Selatan.

Setelah melihat tindak tanduk israel dan sekutunya tersebut, Iran mau balas dendam pada Israel atas serangan di Suriah, lalu bagaimana caranya?

Caranya lewat Gaza. Kenapa mesti Gaza? Karena itulah urusan kekacauan yang terjadi di Gaza belakangan ini tidak lepas dari Iran. Sebab itulah negara-negara Arab seperti Saudi, tidak banyak berkomentar soal apa yang terjadi di Gaza, kecuali cuma lip-services aja.. Ngomong basa basi, tetapi tidak benar-benar bertindak anti Israel.

Posisi Hamas dan Iran sekarang kurang bagus. Dukungan dari dunia luar tidak sebanyak dulu lagi. Karena itu strategi Hamas, saat ini adalah mengarahkan opini dunia. Hamas tidak lagi main tembak roket sembarangan seperti dulu, Hamas mulai menggunakan  strategi perang kecil-kecilan di perbatasan, menunggu Israel menembak misil duluan.

Apa yang terjadi pada peresmian Kedutaan Amerika di Jerusalem saat diresmikan kemarin?, saat puluhan warga Gaza mati tertembak itu merupakan kemenangan bagi Hamas. Dan Hamas tidak segan-segan  mengklaim banyaknya kader mereka  yang mati.

Islamic Jihad pun tidak mau kalah, mereka juga membanggakan milisi PIJ yang mati syahid.

Akhirnya hamas memenangkan opini publik didunia. Tetapi hal itu makin mengkerdilkan peran Islamic Jihad, dan disinilah mereka ingin unjuk gigi juga. Mereka mulai menyerang pagar batas Israel dengan ranjau-ranjau. Israel membalas menembakkan meriam ke pos Islamic Jihad, hasilnya 3 orang mati.

Islamic Jihad mulai melihat kematian dari 3 kadernya itu sebagai kesempatan untuk unjuk gigi kepada dunia. Mereka menembakkan roket mortar jarak pendek ke Israel. Hamas sebenarnya tidak senang, karena itu mengganggu strategi “damai” mereka, tetapi tidak bisa melarang PIJ membalas dendam tanpa hilang muka.

Jika hamas melarang PIJ menembakkan roket, maka Hamas akan dianggap dunia sebagai pengecut, ini sama saja mencoreng nama baik mereka. Karena  itulah Hamas membiarkan PIJ melakukannya, sambil ikut-ikutan sedikit. Karena ini penting untuk citra mereka. Tetapi mereka tahu, Israel pasti akan membalas. Karena itulah semua pimpanan Hamas & PIJ bersembunyi.

Israel menggunakan kesempatan ditembak roket mortar itu untuk membalas untuk memborbardir dari daftar situs yang harus dihancurkan, termasuk terowongan bawah tanah yang sudah dibangun Hamas menuju Mesir. Mesir juga membantu Israel membereskan hal ini. Jadi, karena  tembakan roket PIJ, aset-aset yang telah dibangun Hamas pun hancur seketika.

Setelah sehari semalaman perang roket mortar, Hamas pun ingin gencatan senjata. Kenapa? Karena memang  bukan tujuannya untuk mengeskalasi perang. Hamas tahu, kalau dieskalasi, bisa-bisa semua aset dan mereka juga akan hancur, Israel akan meningkatkan serangan sampai ketemu posisi mereka.

Hamas dan PIJ juga tidak menembakkan roket jarak jauh. Itu karena mereka gak mau Israel meningkatkan serangannya. Israel juga ingin meredakan situasi dulu, israel tidak menginginkan opini dunia melawan mereka terlalu kencang. Jadi baik Hamas dan Israel sama-sama tidak menginginkan meneruskan perang roket mortar tersebut.

Karena itulah sangat berbeda dengan  sengketa tahun-tahun yang lalu, sengketa kali ini singkat sekali terjadi, cuma sehari semalam, akan tetapi  gencatan senjatanya?

Gencatan senjata ini memberi kesempatan untuk Hamas bernafas, dan meneruskan infiltrasi kecil-kecilan di pagar batas Israel, menunggu Israel menembak anak-anak ataupun wanita.

Akan lebih banyak lagi wanita yang  ikut menyerang ke pagar batas Israel dengan pakaian medik, memang untuk bantuan medis sih…

Tetapi semakin berani semakin dekat. Seperi yang tertembak kemarin, kan lumayan dapat lagi umpan untuk opini publik yang aji mumpung.

Israel saat ini pusing banget, gimana caranya mempertahankan pagar batas tanpa banyak korban di pihak Hamas, apalagi benteng hamas tersebut pagar hidup alias anak-anak dan wanita.

Saya duga akan lebih banyak korban lagi, dan Hamas akan membuat situasi sedemikian rupa sehingga orang-orangnya sudah tidak mempedulikan keselamatan nyawanya lagi.

Hamas benar-benar mempraktekkan apa yang diserukan pimpinannya, mereka akan menggunakan badan-badan wanita dan anak-anak sebagai bendungan melawan Israel.

Kalo pimpinan aja berpidato gitu di depan stasiun TV, ya kita tahu korban pasti akan menggunung… Sekarang gimana Israel mengatasinya? Kita simak aja.

Memang menembak tenaga medis itu melanggar konvensi Geneva. Tetapi konvensi itu juga ada protokolnya, medis harus jelas dan harus pada lokasi yang jelas. Tenaga medis jelas-jelas tidak boleh digunakan oleh salah satu pihak sebagai tameng, apalagi berfungsi sebagai anggota pasukan atau prajurit untuk menyerbu.

Pihak yang melakukan pelanggaran kode etik penggunaan tenaga medis ini sangat jelas membuat konvensi Geneva sama sekali tidak berguna. Menggunakan rumah sakit sebagai tempat persembunyian milisi juga melanggar aturan konvensi geneva.

Konvensi itu untuk kedua pihak yang gentlemen, yang menghargai aturan main dalam peperangan.

Supaya jelas melihat kondisinya seperti  apa, lihat video yang diposting oleh IDF(Tentara Nasional Israel) dalam  kejadian kemarin itu. Penyerbuan ke pagar batas menggunakan alat peledak, dengan layangan yang sudah dilengkapi bom molotov:

 

Apakah tentara Israel harus berdiri di tempat, dan menonton saja penyerang masuk menghantam mereka tanpa membela diri?

Yang bersalah sudah tentu pihak yang memerintahkan penyerangan – yaitu Hamas. Ya jelas akan ada korban kalo penyerangan seperti itu dilakukan terus menerus.

Yang menarik dari episode Israel vs Hamas ini adalah.. Mesir bekerjasama baik sekali dengan Israel untuk menghadapi masalah Hamas ini. Saudi dan banyak negara-negara Arab lain pun tidak ambil pusing.

Ini mungkin awal kerja sama Israel & negara-negara Arab yang harmonis lho.

Saat bangsa kita mulai berkembang, hendaklah kita mulai menyerap informasi yang berimbang, dan satu lagi, masalah yang terjadi di palestina bukanlah masalah agama akan tetapi masalah politik.

Berikut ini tanggapan netizen:

Netizen 1:

Netizen 2:

Editorial: cctvnetizen

Tulisan Aslinya Dapat Pembaca Temukan melalui Link berikut : Cek Sumur

Komentari dgn Facebook

About cctvnetizen

Netizen Julit dan Hobi Ngintip Timeline mu

Check Also

RT 007 Joglo Paksa Warga Bayar THR

Spread the love Nyimakdulu|Jakarta Barat, Pemerasan berkedok Meminta Sumbangan makin marak di ibukota jakarta, kali …