Minggu , Juli 22 2018
Home / Headline News / Permohonan THR FBR Dalam Surat Edaran Bermasalah, Netizen: Isi Surat Berisi Ancaman

Permohonan THR FBR Dalam Surat Edaran Bermasalah, Netizen: Isi Surat Berisi Ancaman

Spread the love

24jam|Netizen, Pungli atau pungutan liar, sangat meresahkan para pedagang maupun pelaku usaha.

Baru-baru ini beredar surat edaran permohonan tunjangan hari raya atau THR yang dikeluarkan oleh ormas FBR.

Anehnya di dalam surat edaran tersebut terdapat beberapa kalimat bernada ancaman demi terciptanya keamanan dan ketentraman di lingkungan dimana Bapak/Ibu/sdr/i melakukan melakukan aktifitas sehari-hari.”

Banyak netizen mempertanyakan maksud dari kata-kata tersebut, Jika ditinjau dari jenis suratnya yaitu permohonan, maka sebaiknya tidak menyisipkan kata-kata ancaman.

Berikut ini surat edaran yang sudah tersebar didunia maya:
Surat Edaran Jakarta Utara

Surat Edaran Jakarta Barat

Netizen pun mengatakan bahwa ini adalah pungutan liar yang dilakukan oleh Ormas FBR.

Dalam Pasal 368 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”):

Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

R. Soesilo (hal. 256) dalam bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, menjelaskan bahwa kejadian ini dinamakan “pemerasan dengan kekerasan”. Pemeras itu pekerjaannya:

  1. Memaksa orang lain;
  2. Untuk memberikan barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang itu sendiri atau kepunyaan orang lain, atau membuat utang atau menghapuskan piutang;
  3. Dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak;
  4. Memaksanya dengan memakai kekerasan atau ancaman kekerasan.

Yang dimaksud dengan memaksa adalah melakukan tekanan pada orang sehingga orang itu melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kehendak sendiri. Memaksa orang lain untuk menyerahkan barangnya sendiri itu masuk pula pemerasan. Sedangkan yang dimaksud dengan melawan hak adalah melawan hukum, tidak berhak atau bertentangan dengan hukum.

Editor: cctvnetizen

Komentari dgn Facebook

About Newbie

Check Also

Kader Demokrat Sebar Hoax Harga Sayur. Netizen: #SBYJelaskan dong

Spread the love Nyimakdulu|HoaxSayur, Netizen Ini Sebar Hoax Tentang Harga Sayur yang meroket tinggi.dkutip dari TL …