Puisi

Puisi Sukmawati Soekarno Putri

Spread the love

    Halo guys Selamat malam , kali ini admin akan posting Puisi ibu Sukmawati yang berjudul Ibu indonesia ,berhubung permintaan pembaca begitu banyak cekidot, langsung saja baca ok.

    salam hangats dari admin semoga sehat selalu,rejekinya melimpah dan panjang umur .

oleh :

Sukmawati Soekarno Putri

Aku tak tahu Syariat Islam

Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam

Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu

Gemulai gerak tarinya adalah ibadah

Semurni irama puja kepada Illahi

Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun

Lelehan demi lelehan damar mengalun

Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia

Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Menurut admin ada makna terdalam dari puisi ini adalah Pandanglah INDONESIA saat Pandangan mu semakin memudar ,supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu kian memudar karena zaman kita sudah condong kebarat-baratan dan ketimur-timur tengah-an sampai tidak kita kenali lagi wujud bangsa ini. Dan puisi ini menunjukan Netralitas sebagai bangsa indonesia ,tidak kebarat-baratan ataupun ke timur-timur tengah-an Kita bangsa indonesia , harus bangga dengan kemajemukan bangsa indonesia . 

    Marilah kita jaga persatuan dan kesatuan indonesia ,,Pandanglah indonesia .!

salam hangats dari admin conan bye,,bye semoga sehat selalu.

Sumber yang di dapat secara Gogling silahkan klik link dibawah ini  :   www .WartaEkonomi.co.id  

Komentari dgn Facebook

Nyimak Tv Dulu