Facebook Internasional Masa Depan Netizen Transportasi Twitter Unik Viral

Saat China Diawasi 3 Juta CCTV, Laptop Tinggal Di KRL Tidak Hilang.

Spread the love

Disadur dari: Herman Gunawan Fammijaya

Percayakah kamu geng’s, Laptop tertinggal di Kereta Listrik, tidak hilang di china? Baca kisah nyata ini.

Ketika saya sedang makan malam bersama keluarga, teman saya menghubungi saya melalui whatsapp, ia bercerita bahwa tasnya hilang dalam perjalanan dari Stasiun Louhu ke hotel. Teman saya ini membawa dua tas saat melakukan perjalanan menggunakan MTR (Mass Transit Railways) atau warga lokal menyebut dalam dialek kantonese :Góngtit.

Satu tas besar yang berisi pakaian dan satu lagi tas kecil yang berisi computer berserta dokumen penting yang dibawa oleh teman saya dari Indonesia. Tas yang hilang itu adalah tas kecil yang berisi laptop & Surat Berharga, dan surat berharga itu sangat vital bagi dia yang seorang pengusaha.

Dia tidak tahu pasti dimana tas itu hilangnya, Karena dia baru menyadari jika tas itu hilang ketika sudah sampai di hotel tempat ia beristirahat. Mungkin karena selama dalam perjalanan dari station Louhu ke hotel, dia sibuk menerima telephone dari temannya di Malaysia sehingga dia tidak perhatikan barang yang dibawanya saat berada didalam MTR.

Apalagi ketika itu, menurutnya, orang ramai sekali didalam MTR. Teman ini harus Membuat surat keterangan kehilangan dari polisi setempat, yang tujuannya menyatakan tas yang berisi dokumen itu telah hilang sehingga dia punya alasan untuk mendapatkan ganti dokumen yang baru dari pemerintah.

Akan tetapi timbul satu masalah, teman saya ini tidak bisa berbahasa Mandarin, begitu pula dengan petugas polisi setempat tersebut, tidak bisa berbahasa inggeris (Bagi warga RRC Bahasa Mandarin/Cantonese merupakan bahasa wajib, selain itu gak terlalu penting). Itulah sebabnya dia segera menghubungi saya.

Bersamaan dengan salah satu karib baik saya, yang adalah penduduk lokal asli china, saya datang kekantor polisi membantu teman saya ini, untuk mendapatkan surat keterangan kehilangan tas tersebut. Pihak polisi lebih focus terhadap barang yang hilang. Mereka menanyakan secara detail route yang ditempuh oleh teman saya yang sedang melakukan perjalanan bisnis tersebut.

Karena didalam MTR ada Circuit Televisi (Baca: CCTV) yang ada disetiap sudut. Sehingga tidak sulit bagi polisi untuk melacak barang itu. Namun teman ini tidak tahu pasti dimana barangnya hilang. Untunglah dia naik MTR menggunakan kartu digital ( bukan coin sekali jalan ).

Sehingga tidak sulit bagi polisi untuk melacak route nya. Setelah diketahui route nya, dengan cepat rekaman CCTV pun dibuka oleh pohak berwenang tersebut. Benarlah dapat dilihat dengan pasti dimana barang itu tertinggal.

Pihak polisi melihat barang itu ditemukan oleh seorang wanita paruh baya dan menyerahkannya kekantor polisi terdekat dari salah satu station disana, Polisi dengan sigap  langsung menghubungi kantor polisi stasiun pusat dan mendapatkan kabar bahwa, barang itu saat ini ada ditangan polisi jaga dikantor pelayanan polisi setempat. Nampak teman itu terasa lega dan senang karena barangnya aman dan cepat ditemukan.

Kamipun bersegera pergi ke stasiun pusat untuk mengambil barang berupa tas kecil milik teman saya tersebut. Teman saya ini berkeyakinan bahwa kemungkinan besar Laptop sudah hilang, kecuali dokumen & surat berharga. Karena begitulah keyakinannya bila hal serupa terjadi di Indonesia. Dia ikhlas, dan  hanya berharap pada dokumen penting itu masih utuh saja. Namun ketika sampai di kantor polisi pusat, dengan ramah polisi menyerahkan tasnya dan polisi meminta kami agar memeriksa dahulu kelengkapan isi tas kecilnya tersebut.

Semua yang ada didalam tasnya utuh. Tidak ada satu barangpun yang hilang. Setelah mengisi formulir, polisi mempersilahkan kami pergi, bagi kami hal ini sangat Luar biasa.

Berkat system yang canggih tersebut teman saya ini selamat dari kehilangan barang berharga nya.

:Intermezo: 

Tahun 2018 saja di kota Shenzhen, sekarang ada 3.056.814 unit CCTV. Padahal jika dilihat penduduk Shenzhen hanyalah berkisar diangka 10 juta-an jiwa. China lebih unggul karena menggunakan Network Wireless (NW) dan juga Satelite terbaik milik negara panda, dibandingkan GPS yang dimiliki oleh AS untuk menjangkau semua area.

Tidak ada satupun gerakan rakyat ditempat publik yang tidak terjangkau oleh aparat berwenang. Larangan berkumpul diatas 50 orang cepat sekali di antisipasi sebelum meluas. Setiap tindak kejahatan, hanya dalam beberapa menit sudah bisa di antisipasi oleh Polisi.  Dari keadaan kota yang damai dan nyaman,  tak nampak polisi berseliweran dijalan namun rakyat tahu dan sadar, mereka  secara tekhnologi telah diawasi 24/7 hari kemanapun pergi.

Begitupun dengan keberadaan orang asing yang masuk ke China, scan passport nya yang terhubung secara langsung dengan setiap hotel dan kantor pelayanan umum. Jadi kemana saja orang asing pergi dapat dipantau dengan mudah.

China punya aturan dan hukum untuk populasi rakyatnya yang lebih dari 1 miiar pendduk tersebut. Berkat teknologi yang dikelola secara modern lewat IT system tersebutlah pemerintah dengan mudah juga efektif dan efisien mengawasi dan melayani masyarakatnya. Berkat IT juga sekarang perkembangan, Teknologi Genetika, Nano ,  Material dan Robotic sangat pesat di negara tembok china ini.

Mereka bergerak kedepan dengan pasti sementara KITA masih sibuk melangkah ragu ke masa depan karena selalu melihat kebelakang dan memimpikan kehidupan Utopia di era Khilafah, sementara hari ini hidup berkeluh kesah dengan baper tak ada habis habisnya juga emosi menghujat orang dengan kata-kata kafir,seolah2 diri sendiri bukanlah kafir. Padahal itu tidak akan menghasilkan apapun kecuali, hanyalah kebodohan yang akut dan pasti menyesal di hari esok saat sadar sudah gagal bersaing dan mulai berpikir untuk menyalahkan orang lain bahkan Negara atas kebodohan dirinya sendiri.

Disunting Oleh: Boby Pasaribu

Komentari dgn Facebook

Nyimak Tv Dulu