Agama Budha Fengshui Islam Kristen Netizen Twitter Wajib Nyimak

Perbedaan: Kalender Masehi, Qomariyah, Lunisolar

Spread the love
Courtesy by twitter.com/mentimoen

Kamu dan aku pasti tau dong dengan Tahun Baru yang di rayakan 1 Januari, atau Tahun Baru Hijriah umat Islam, serta Tahun Baru Imlek yang dirayakan Etnis Tionghoa dan daratan Nepal serta Mongolia kan.

DiKultwit Oleh : @Daemoen

Kali ini infokita.nyimakdulu.com berkesempatan untuk merangkum Setitik pencerahan yang di publish oleh Narasumber kita di Twitterland, sosok berbahagia tersebut @Daemoen

*Di ambil Berdasarkan Sudut Pandang & Sedikit Pengetahuan yang saya yakini dan Pelajari. Quote @Daemoen

#Prolog

Berawal dari Request seorang teman baik saya di dunia maya yang menginginkan saya yang masih tahap memetik hikmah ini berusaha berbagi sebutir hikayat kepada setiap insani, semoga kebajikan serta kemakmuran bersama kita.

#Penanggalan Masehi

Era kalender ini didasarkan pada tahun tradisional yang dihitung sejak kelahiran Yesus dari Nazaret. Masehidihitung sejak hari tersebut, sedangkan sebelum itu disebut Sebelum Masehi atau SM. Perhitungan tanggal dan bulan pada Kalender Julian disempurnakan pada tahun pada tahun 1582 menjadi kalender Gregorian. (Wikipedia)

Kita mulai dari penanggalan yang paling kita kenal dan yang kita gunakan sehari-hari, yaitu Penanggalan Masehi, yang kita pakai sekarang ini. Kali saya tidak akan berpanjang lebar untuk membahas kalender masehi ini, karena pasti kita semua sudah dikenal mengenal dengan baik kalender masehi ini.

Kalendar Masehi adalah kalendar SOLAR. Yaitu kalendar yang dibuat berdasarkan siklus MATAHARI.

#Kalender Masehi Cocok 4 Musim

Kalendar Matahari atau disebut Kalender Masehi sangat penting untuk kebutuhan di negeri 4 musim, karena pergerakan musim sangat tergantung pada matahari. Kalendar matahari harus bisa meramalkan kapan datangnya musim semi, panas, gugur, dan dingin. Terutama penting adalah untuk kebutuhan pertanian dibelahan bumi manapun.

#1.a Dasar Kalender Masehi

Courtesy by Infokita.nyimakdulu.com

Peredaran matahari sebenarnya didasarkan oleh peredaran bumi yang mengelilingi matahari. Ada 4 titik penting bagi perhitungan kalendar matahari.

#1.b 4 Poin Kalender Masehi

Kalender Masehi memiliki 4 poin setiap tahunnya :

  • December Soltice = Saat waktu malam hari mengalami waktu terpanjang di musim dingin.
  • March Equinox = Saat waktu malam & siang memiliki waktu yang sama panjang pada musim dingin atau musim semi.
  • June Soltice = Saat waktu siang mengalami waktu terpanjang di musim panas.
  • Sept Equinox = Saat waktu malam & siang sama panjang di musim panas atau musim gugur

#1.c Tanggal 29 Februari

Equinox adalah penanda datangnya musim semi terjadi sekitar tanggal 21 Maret setiap tahun masehi. Dari posisi inilah kemudian disusun kalender masehi.

Satu tahun pada kalender masehi terdiri dari 12 bulan, jumlah harinya adalah 365 hari, apabila tahun kabisat sebanyak 366 hari (tahun kabisat itu ada nya 5 tahun sekali dengan ciri adanya 1 hari di bulan februari yakni tanggal 29)

#1.d Petunjuk Bagi Nelayan

Sistem penanggalan tahun Masehi ini mampu memprediksi datangnya musim-musim yang ada di negara yang memiliki 4 musim. Akan Tetapi pastinya memiliki kelemahan atau kekurangan.

#1.e Kelemahan Kalender Masehi

Sistem ini tidak bisa meramalkan posisi bulan, padahal kita tau bahwa posisi bulan sangat penting untuk mendeteksi saat pasang naik maupun surutnya air laut, dan melihat terangnya malam.

#2.a Kalender Hijriah
Courtesy by infokita.nyimakdulu.com

Sistem Penanggalan Hijriah bertolak belakang dengan sistem penanggalan masehi. Kalender Hijriah Hanya Berpatokqn pada posisi bulan, Sehingga dinamakan penanggalan Bulan (Indonesia), Lunar (Internasional), Qomariyah(Islam).

Kalendar Hijriah atau lebih dikenal dengan Qomariyah ini diperkenalkan dalam  pemerintahan Khalifah Umar, dan titik awal dipatok pada waktu Hijrah ke Medina.

#2.b Panjang Perioda

Sedangkan Bulan Sinodik adalah periode bulan berdasarkan fase-fase bulan, yaitu mulai dari bulan baru sampai bulan baru berikutnya. Fase bulan adalah bentuk bulan yang berbeda-beda (sabit, kuartir, benjol, purnama) yang dilihat oleh pengamat di bumi. Bulan tampak bersinar karena memantulkan cahaya matahari.

Mekanisme perhitungan kalender Qomariyah ini berdasarkan dari waktu munculnya bulan ke Gerhana bulan hingga menutup dan bertemu awal bulan selanjutnya , itu artinya satu bulan, ini namanya PERIODA SINODIK.

Panjang perioda itu bervariasi, tetapi rata2nya adalah 29.53049 hari.

Kalender Hijriah kemudian dirancang untuk sesuai.

#2.c Jumlah Hari Dalam Setiap Bulan
Courtesy by infokita.nyimakdulu.com

Satu tahun Hijriah terdiri dari 12 bulan. Masing-masing bulan isinya sebanyak 30 hari dan 29 hari Berselang-seling dari Bulan 1 (Muharram) ke Bulan-12.

Karena tidak genapnya 1 bulan 30 hari, maka rata-rata satu bulan terhitung 29.5 hari. Padahal panjang perioda pada setiap bulan rata-rata adalah 29.53049 hari. Pada poin selanjutnya akan ada pembulatan hari!

#2.d 11 Hari Bertambah Pada Tahun kabisat

Dan untuk membulatkan jumlah rata-rata hari dalam sebulan, maka Bulan ke-12 ditambah 1 hari menjadi 30 hari pada tahun-tahun  tertentu, sebut aja tahun kabisat.

Oleh karena itu dalam periode 30 tahun, ada 11 tahun yang pasti menjadi tahun kabisat. Ini akan membereskan masalah mengenai pembulatan hari.

#2.e Perhitungan Hari

Pada kalender Hijrah memiliki perhitungan hari sebagai berikut: 29 hari x 6 bulan + 30 hari x 6 bulan = maka jumlah 1 tahun hijriah total 354 hari.

Dengan demikian sangat tepat adanya  penambahan 11 hari selama kurun waktu 30 tahun. Jumlah hari pertahun jadi 354 hari 11/30 hari. Sehingga lama 1 bulan rata-rata = 29.53055 hari. Lebih dekat ke nilai rata-rata yang diinginkan di atas.

#2.f Kalender Pedagang
Mengingat bahwasanya para pedagang yang memperkenalkan kalender ini berasal dari daratan timur tengah yang kita kenal dengan perdagangannya maka penanggalan Hijriah ini sangat bagus untuk digunakan warga-warga yang berprofesi sebagai pedagang, karena jumlah harinya lebih stabil. Juga bagus meramalkan kapan akan datangnya bulan terang untuk melakukan perjalanan jauh dimalam hari di padang pasir menggunakan unta.
#2.g Kelemahan Kalender Hijriah

Penanggalan Hijrah pun memeiliki kelemahan besar, yaitu tidak bisa meramalkan pergerakan matahari.  Kita mengalami sendiri, Hari Lebaran bisa terjadi dari bulan Januari ke Desember pada tahun masehi (red-jika tahun ini lebaran jatuh pada tanggal 14 juni, maka tahun depan lebaran dirayakan tanggal 13 mei, walaupun perhitungan ini tidak selalu tepat, sesuai dengan hilalnya).

Dengan demikian kalender Qomariyah/Hijriah tidak tepat digunakan untuk pertanian, karena tidak bisa meramalkan datang nya musim pada pertanian yang dipengaruhi matahari.

 

#3.a Kalender Tionghoa

Penanggalan Tionghoa sudah dikenal ribuan tahun sebelum Penanggalan Masehi dan Hijriah digunakan khalayak umum, dengan ciri khas yang unik pula. Penanggalan itu berusaha mengambil keuntungan dari penanggalan matahari (Masehi) dan penanggalan bulan (Qomariyah/Hijriah)

Jadi Penanggalan Tionghoa menggabungkan hitungan MATAHARI & BULAN.

#3.b IM & YANG
Courtesy by infokita.nyimakdulu.com

Dalam filsafat alam Tionghoa, terdapat dua kekuatan utama, yakni IM(gelap) dan YANG(terang).

Dengan demikian maka, penanggalan tionghoa menggunakan dua kalender yang kemudian disatukan, yaitu YANGLEK & IMLEK. Kalender YANG berbasis pada matahari sedangkan, IM berbasis pada bulan.

#3.c Kalender Campuran

Tahun Baru Imlek yang dirayakan hari ini adalah Tahun Baru Penanggalan Bulan (Imlek).

Perlu diketahui bahwa sebenarnya keseluruhan penanggalan pada imlek itu bersifat campuran antara penanggalan matahari dan bulan, Lebih populer dikenal dengan nama Penanggalan LUNISOLAR.

#3.d 1 Kalender 2 Sistem Penanggalan

Terdapatnya dua penanggalan, maka diketahui ada dua jenis tahun yang berbeda dalam  penanggalan tionghoa. Dalam istilah Mandarin diketahui bahwa, satu tahun penanggalan bulan dinamakan 1 tahun NIAN, sedangkan satu tahun penanggalan matahari dinamakan 1 tahun SUI. Satu tahun Nian ditak selalu sama dengan satu tahun pada penanggalan Sui.

#3.e Musim Dingin
Satu tahun matahari SUI ditetapkan sebagai waktu titik malam paling panjang di musim dingin (dongzhi) ke dongzhi lainnya.
Dongzhi dirayakan dengan makan onde-onde kuah manis. Itu sebenarnya hari tahun baru matahari versi China, jatuhnya sekitar 22 Desember. Kira-kira mirip dengan Hari Natal.
#3.f Titik Matahari
Dalam penanggalan matahari tionghoa, satu tahun dibagi atas 24 titik matahari (JIEQI).
Pada umumnya Festival-festival musiman ada di salah satu titik jieqi. Karena satu lingkaran 360°, maka dari titik ke titik lain matahari berjalan sepanjang 15°.
#3.g Imlek Mendekati Musim Semi

Etnis Tionghoa ingin agar tahun baru Imlek letaknya itu mendekati awal musim semi, sehingga perayaan Tahun Baru Imlek juga bisa sekaligus menjadi Festival Musim Semi.

Atas dasar keinginan orang-orang Tionghoa maka, mereka menganggap bahwa musim semi dimulai pada titik matahari LICHUN, itu terjadi kira-kira dua bulan setelah DONGZHI.

#3.h Festival Dongzhi
Karena orang-orang Tionghoa ingin mendapatkan tahun baru dimana cuaca sudah mulai hangat, pohon-pohon sudah  mulai bertunas maka, mereka menetapkan bahwa Festival Dongzhi terjadi di Bulan ke-11. Sehingga sesudah kira-kira 2 bulan, akan masuk Tahun Baru Imlek.
#3.i Perayaan Imlek
Untuk menghindari kelilingnya perayaan Tahun Baru Imlek dari januari ke desember pada oenanggalan masehi maka, Solusinya adalah dengan menetapkan Dongzhi harus ada di Bulan-11 tersebut.
Lalu dihitunglah jumlah bulan ke dongzhi berikutnya. Jika itu 13 bulan, maka satu bulan diselipkan sebagai Bulan ke-13. Itu dikenal Tahun Kabisat untuk penanggalan tionghoa.
#3.j Perayaan Imlek Kosnsisten
Dengan demikian, letak Tahun Baru Imlek tidak jalan-jalan disemua bulan, hanya terjadi sekitar pertengahan Januari ke pertengahan Februari pada penanggalan masehi. Horee…
#3.k Jumlah Hari Tahun Sui
Jadi tahun SUI adalah dari Dongzhi pertama ke dongzhi lainnya, kira-kira selama 365.25 hari panjangnya. Sedangkan tahun NIAN itu dari tahun baru imlek ke tahun baru imlek lainnya, panjangnya dalam hari berbeda-beda.
#3.l Cocok Untuk Semua Kebutuhan
Kenapa mereka harus membuat sistem serumit seperti itu? Karena, China dulunya adalah masyarakat agraris, pertanian, sekaligus pedagang. Selain tergantung musim yang dipengaruhi kalender Sui yang dasarnya penanggalan matahari, pertanian disana juga tergantung dengan penanggalan bulan karena banyak sungai yang sering meluap banjir dan apabila pertanian tidak membaca hal ini akan menuai kerugian di sektor pertanian. Oleh karena itu mereka perlu perhitungan bulan dan matahari sekaligus.
Courtesy by infokita.nyimakdulu.com

Sekian pembahasan mengenai 3 Kalender Penanggalan Masehi, Qomariyah dan Tionghoa, Sekiranya terdapat kekurangan dapat memberikan feedback berupa diskusi di kolom komentar yang kami sediakan.

Semua ini Kami persembahkan kepada pembaca setia kami, dan kami ucapkan banyak terima kasih kepada narasumber kami @Daemoen

Di Sunting Oleh : Boby Pasaribu

17 Februari 2018

Gong Xi Fa Cai 2569

 

Courtesy by infokita.nyimakdulu.com
Komentari dgn Facebook

Nyimak Tv Dulu