Jakarta Nasional Viral

Sopir Angkot : Kami Di Maki-Maki Dan Di Hina

Spread the love

JAKARTA, infokita.nyimakdulu.com — Tommi, seorang sopir angkot trayek M10 yang ikut berunjuk rasa di Balai Kota, Jakarta Pusat, menyayangkan sikap arogan yang dilakukan sejumlah petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat menindak sopir angkot yang melintas di sekitar Pasar Tanah Abang Blok A maupun B.

Tommi mengatakan, dirinya dan sejumlah rekannya cukup sering mendapat perlakukan kasar berbentuk makian dan bentakan yang dilontarkan petugas kepada sopir angkot.

Hal itu terjadi saat angkot M10 yang dikendarainya melintas di sekitar Blok A. Kepada Tommi, petugas Dishub tersebut mengatakan bahwa jalur itu tak lagi boleh dilintasi. Para sopir diminta untuk mengambil rute lain dan tanpa memberikan solusi.

“Saya sering dimaki, Pak. Kan mereka bilang enggak boleh lewat, kemarin-kemarin masih boleh. Ya harusnya, kan, bisa dengan cara baik-baik,” ujar Tommi kepada Kompas.com di depan Gedung Balai Kota, Senin siang.

Tommi mengatakan, pelarangan angkot melintas mengakibatkan omzetnya menurun drastis.

Tommi mengaku selama beberapa hari ini tak lagi memberikan uang kepada keluarganya karena sedikitnya penumpang yang didapat.

Tommi mengatakan, selama puluhan tahun menjadi sopir angkot, baru kali ini merasakan kebijakan yang dirasa tidak pro-masyarakat.

“Puluhan tahun saya jadi sopir angkot, asam garam sudah saya dapat. Baru kali ini ada pemerintahan yang gini banget, Pak,” ujar Tommi.

Sopir angkot lainnya yang berasal dari trayek M08, Dini, merasakan hal serupa. Dini kerap merasakan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Petugas Dishub.

Dia berharap kedepannya nanti  petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta berlaku lebih sopan dan jangan berlagak seperti preman. Dia juga berharap agar kebijakan menutup Jalan Jatibaru di Tanah Abang bisa dicabut sesegera mungkin.

“Saya mohon perhatikan nasib kami. Kami cuma di Stasiun Tanah Abang, mencari penumpang. Sekarang di jalanan enggak ada lagi sewa. Anak-anak kami butuh sekolah. Pak Dishub, tolonglah kami hanya mencari sesuap nasi,” ujar Dini.

Dimanakah bentuk keberpihakan terhadap rakyat miskin?

Sopir angkot yang rutenya melintasi kawasan Tanah Abang melakukan aksi protes di depan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka tidak terima dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang menutup ruas jalan di Tanah Abang demi pedagang kaki lima.

Sejumlah sopir angkot yang mengikuti aksi berasal dari:

  • Angkot 08 jurusan Tanah Abang-Jakarta Kota,
  • Angkot 03 jurusan Bendugan Hillir-Roxy,
  • Angkot 03 A jurusan Roxy-Karet, dan
  • Angkot M10 Tanah Abang-Jembatan Lima.
Komentari dgn Facebook

Nyimak Tv Dulu